Hasil Pertandingan Cagliari vs Inter Milan: Skor 1-3, Peluang Juara Masih Terbuka

KAITAN SEPAK BOLA DENGAN PERANG

perang rusia ukraina

Telah kita ketahui bersama bahwa perang sangat mengganggu keberlangsungan hidup manusia. Sekarang kita akan sedikit menggulas perang dalam konteks sepak bola. Bagaimana kaitan sepak bola dengan perang?

Dilihat dari lembaran sejarah bahwa sepak bola pernah memicu perang. Kejadian ini terjadi pada kualifikasi Piala Dunia tahun 1969 di zona Concacaf. Pertandingan play off 2 negara tetangga antara Honduras vs el savador yang memperebutkan satu tiket menuju piala dunia di Meksiko tahun 1970.

Konteksnya sepak bola bisa memicu perang, tetapi kejadiannya terjadi pada masa lampau, dan sekarang bisa kita ingat melalui sebuah karya novel. Novel ini ditulis oleh penulis terkenal dari Polandia yang berjudul Football War.

Pertandingan play off kedua negara, Honduras vs el savador berlangsung home dan away. Pertandingan pertama berlangsung di Honduras dan kedua di El Savador. Pada pertandingan pertama yang dilangsungkan di Honduras, sehari sebelum pertandingan tim el savador di teror atau diganggu oleh pendukung Honduras dengan bunyi klakson, kembang api, petasan hingga para pemain El Savador semalaman tidak bisa tidur atau istirahat. Pada pertemuan pertama El Savador kalah 1-0 lewat gol yang dicetak pemain Honduras pada menit-menit akhir.

Namun yang menjadi cerita di el savador kala itu, ada seorang gadis muda yang bernama Amelia bolanos Usianya 18 tahun. Gadis ini menonton pertandingan Honduras vs El Salvador, Karena pada pertandingan tersebut El savador kalah dan Gadis ini sangat kecewa, Dia mengambil pistol milik ayahnya dan aksi melakukan bunuh diri dengan menembakkan pistol ke dirinya. Peristiwa tersebut menjadi Geger, ketika sepulangnya pemain timnas el savador para pemain ikut mengiringi prosesi pemakaman jenazah Amelia bolanos. Amelia bolanos tidak pernah menyangka bahwa letusan yang ditembakkan kedirinya merupakan awal letusan perang ke-2 negara bertetangga tersebut.

Kejadian tersebut memunculkan kemarahan dari publik El Savador, sehingga ketika Honduras bertandang ke El Savador untuk pertandingan kedua, situasinya juga terjadi sangat buruk. Tim Honduras juga diteror dengan bunyi-bunyian, dilempari telur busuk, sayur busuk, batu, petasan hingga tim Honduras terganggu dan tidak bisa tidur semalaman dengan suasana mencekam.

Alhasil, esok harinya tim Honduras dikawal hingga ke Stadion tempat pertandingan berlangsung. Di dalam stadion bendera Honduras dibakar dan sebagainya. Bisa kita ketahui pada pertandingan tersebut El Savador menang, sehingga membutuhkan pertandingan ketiga yang dilangsungkan di Meksiko. Pada pertandingan ketiga, El Savador berhasil menang dan berhak lolos ke putaran final Piala Dunia di Meksiko.

Pertandingan ini memicu perang dari kedua negara bertetangga ini. Perang yang dikenal sebagai Football War. Perang ini terjadi selama 100 jam atau kurang lebih 4 hari. Ketika itu, banyak pendatang El Savador yang ada di Honduras dianiaya, dihajar, disakiti, banyak yang terbunuh, banyak yang terluka.

Memang perang ini akhirnya selesai, tapi inilah mungkin yang disebut dengan The Power Off Football. Jadi sepak bola bisa memicu sebuah perang, itu pernah terjadi pada tahun 1969. Tetapi sekarang zaman telah berkembang, era telah berkembang.  Jadi kejadian-kejadian yang seperti itu harus kita tinggalkan, jangan sampai sepak bola menimbulkan atau memicu sebuah perang.

Kenyataannya, di dunia kembali ada perang. Perang antara Rusia dengan Ukraina. Semua sangat mengutuk perang atau infasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina pada zaman yang sangat modern ini. Dapat kita lihat bersama bahwa perang ini juga berdampak pada sepak bola. Federasi sepak bola dunia (FIFA) dan Federasi sepakbola Eropa (UEFA), dalam perkembangan terakhirnya telah menyatakan bahwa negara Rusia tidak bisa ambil bagian dalam dunia sepak bola. Akibat dari perang atau infansi ini bahkan beberapa negara-negara menolak bertanding melawan Rusia karena mengangap hal itu sesuatu yang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Karena bagaimanapun perang sangat bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola. Perang itu tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga. ini merupakan salah satu bentuk melawan perang melalui dunia olahraga.

Bagaimanapun kita bersama adalah keluarga besar olahraga dunia, mari kita bersama-sama berdoa agar perang Rusia dan Ukraina segera usai.

Komentar