Hasil Pertandingan Cagliari vs Inter Milan: Skor 1-3, Peluang Juara Masih Terbuka

Samir Nasri Pemain Berbakat, Kariernya Hancur Akibat Skandal

Kisah Samir Nasri
Gambar Samir Nasri

filosofiolahraga.com. Samir Nasri adalah pesepakbola berbakat yang berasal dari Prancis. Bakat sepak bola Samir Nasri bahkan sempat dibandingkan dengan legenda Timnas Prancis Zinedine Zidane.

Samir Nasri memulai karir sebagai pesepakbola profesional bersama klub ternama Liga top Prancis, Olimpique Marseille.

Ia berposisi sebagai gelandang serang. Pemain kelahiran Septemes-Les-Vallons itu bergabung dengan Marseille pada tahun 1997 dan pada tahun 2004, ia sukses menembus skuad utama Marseille.

Samir Nasri bermain untuk tim utama Marseille dalam kurun waktu 4 tahun, dari tahun 2004 hingga 2008. Setelah itu, Ia pindah ke salah satu klub anggota Big Four pada kompetisi liga Inggris, Arsenal menebusnya dengan mahar 12 juta Pounds pada musim panas 2008.

Bersama Arsenal, Samir Nasri berhasil tampil apik, dengan tampil sebanyak 125 laga kompetitif dengan torehan 27 gol.

Peforma apik Samir Nasri berhasil mencuri perhatian Manchester City untuk memboyongnya. Musim 2011/2012 Nasri merapat ke Etihad Stadium dengan mahar 25 juta euro.

Bersama Manchester City dari tahun 2011 sampai tahun 2016, Samir Nasri berhasil meraih 2 gelar Premier League, 1 Piala Liga Inggris, dan 1 Community Shield.

Setelah dua kali mengantar Manchester city juara Premier League, Ia tidak benar-benar bisa mencapai bentuk permainan terbaiknya. Ia memiliki masalah konsistensi dalam performanya di lapangan.

Setahun sebelum kedatangan Pep Guardiola pada musim 2015/2016. Nasri mulai kehilangan tempat di tim utama Manchester City. Pada musim berikutnya Nasri dipinjamkan ke Sevilla. Dari sini kariernya mulai meredup karena skandal yang menerpanya.

Desember 2016, Nasri diketahui mengunjungi Klinik Drip Doctors di Los Angeles, Amerika Serikat.

Di klinik tersebut, Nasri didakwa mendapatkan suntikan air steril dengan kandungan komponen mikronutrien melebihi batas yakni sebanyak 500 ml. Sementara, Badan Antidoping Dunia (WADA) hanya membatasi sampai 50 ml per 6 jam bagi atlet aktif.

Dilansir artikel FOX Sports pada 2017, seorang wanita bernama Jamila Sozahdah yang merupakan pendiri dan CEO Drip Doctors menyatakan bahwa kliniknya menyediakan Imunitas IV Drip kepada Nasri agar sang pemain tetap terhidrasi dan kondisinya selalu prima selama semusim.

Setelah itu, hal-hal kontroversial pun mulai menimpa Nasri. Melalui akun Twitter pribadinya, Nasri mengatakan bahwa ia terlibat hubungan seksual dengan Sozahdah. Namun, Cuitan itu bisa ia bantah dengan mengatakan bahwa akun Twitter-nya diretas.

Skandal-skandal yang menimpanya menjadi awal kehancuran karirnya.

Puncaknya terjadi pada Februari 2018, dimana organisasi antidoping Dunia (WADA) menjatuhkan hukuman selama enam bulan kepada Nasri karena ia didakwa telah melanggar aturan antidoping.

Pengawas Etika dan Disiplin UEFA merasa keberatan dengan hukuman skor yang diberikan untuk Nasri. UEFA mengangap hukuman itu masih terlalu ringan. Banding diterima dan UEFA pun menambah durasi hukuman Nasri menjadi 18 bulan.

Apa yang terjadi di Los Angeles telah menghancurkan musim saya," ungkap Nasri.

"Itu adalah suntikan vitamin yang legal dan saya punya resepnya. Saya hancur karena saya pikir saya akan dilarang (bermain sepak bola) selama dua tahun."

"Saya tidak ingin bermain lagi setelah itu. Saya bahkan mengatakan kepada Jorge Sampaoli (pelatih Sevilla saat itu) agar meninggalkan saya, tetapi dia selalu ingin saya bermain."

"Saya tersesat. Saya cemas dan marah dengan segalanya. Saya tidak menunjukkannya di lapangan, tetapi sepak bola sudah berakhir bagi saya," tutur Nasri.

Setelah bermain untuk Sevilla, Samir Nasri mencoba peruntungan di Liga Turki bersama Antalyaspor, tetapi hanya bertahan 6 bulan.

Dengan hukuman yang menimpa dirinya, Nasri kembali ke Inggris untuk berlatih bersama West Ham. Kubu The Hammers lalu mengikatnya dengan kontrak jangka pendek hingga akhir musim 2018-2019.

Pada Juli 2019, Samir Nasri sepakat bergabung dengan Anderlecht dengan status bebas transfer. Namun, pada 2020, pihak klub melepasnya. Sempat vakum dari sepak bola, Nasri akhirnya pensiun pada September 2021 di usia 34 tahun.

Samir Nasri kembali menjadi sorotan, saat ia ikut bermain pada laga amal antara Marseille Legends dan Tim UNICEF yang digelar di Stadion Orange Velodrome, Rabu (13/10/2021) malam waktu setempat.

Pada pertandingan tersebut, tampak kini tubuh Nasri lebih berisi dengan perut buncitnya. Padahal, eks pemain Arsenal dan Manchester City itu belum genap dua bulan mengumumkan gantung sepatu. Nasri resmi pensiun dari sepak bola profesional pada akhir September tahun ini.

Demikian informasi tentang Samir Nasri, semoga bermanfaat dan jadi pembelajaran untuk kita semua. 
Salam olahraga.

Komentar